Rabu, 16 Mei 2012

Gigolo and Room Boy


Gigolo and Room Boy
By Yanz
Rate: Mature

‘Ini yang ketujuh kalinya dia datang’ ucap seorang cowok di dalam hati. Dia adalah seorang room boy di sebuah hotel kecil di kota Jakarta, namanya Adam.

Adam selalu menyapa, membantu mengangkatkan koper, tersenyum lembut dan memandang sayu pada setiap pengunjung hotel.
Terutama dengan Alex. Alex adalah pengunjung hotel yang berhasil mencuri hati Adam pada pandangan pertama, tubuh Alex yang mungil namun cukup tinggi buat cowok berumur 17 tahun, kulitnya yang kuning langsat dan bersih, wajah yang tampan dan cute, dengan senyum ceria yang merekah itu berhasil menghipnotis Adam seorang room boy tampan dengan tubuh tinggi, bahu bidang, berambut hitam pekat dan berwajah ramah.

Adam adalah cowok normal yang cukup sering berganti cewek karena dia memang sangat menarik namun dia gak tau kenapa, dia begitu excited setiap melihat wajah ceria Alex yang sebulan terakhir begitu sering mampir di hotel tempatnya bekerja. Namun ada begitu banyak pertanyaan yang mengambang di pikiran Adam, ‘Buat apa cowok cute itu sering ke hotel? Dan siapa om-om yang berbeda-beda tiap periodenya selalu bersamanya? Apa mungkin dia… aaakhh! Gue gak boleh mikir yang enggak-enggak, lagian gak mungkin cowok secakep dia kerjanya begitu!’ cowok ganteng berumur 26 tahun itu sedikit memijit keningnya karena sempat bertarung dengan pikiran-pikirannya sendiri.

Wajah tampan Adam sedikit muram saat wajah cute Alex semakin menjauh bahkan menghilang di hadapannya bersama seorang om-om.



Sekitar pukul 07:00 seorang om-om yang Adam rasa adalah om yang bersama si cute itu keluar dari hotel, namun cuma sendirian tanpa cowok imut itu.
Rasa penasaran menarik Adam untuk mencari kamar cowok itu, ‘Kali aja ketemu dan bisa berkenalan?’ batin Adam. Sesampainya di depan kamar tujuan, Adam mengetuk pintu dua kali namun gak ada respon, ‘Hummm apa mungkin masih tidur?’ batin Adam.

Dia pun memberanikan diri untuk memutar kenop pintu dan dia melihat seluruh isi kamar hotel yang begitu rapi, elegan, dengan cat orange dan perabotan berwarna emas sehingga berkesan mewah namun dia begitu terkejut setelah melihat pemandangan yang ada di atas kasur kamar hotel itu.

Adam melihat Alex yang bertubuh polos tanpa pakaian sedang tidur tengkurap dengan di tutupi sedikit selimut di bagian bokongnya, namun bahu dan pahanya yang mulus masih terlihat jelas. Adam menelan air liurnya. Dia menutup rapat pintu kamar kemudian berjalan mendekat dan duduk di sisi kasur emas yang ditiduri Alex. Adam menatap lekat wajah Alex yang sedang tertidur pulas, wajahnya diletakkan ke samping sehingga Adam dapat melihat wajah menawan Alex.

Saat Adam mencoba menarik selimut untuk menutupi tubuh Alex, tiba-tiba tangan Alex menahan tangan Adam, tubuh alex berubah posisi telentang dan membuka matanya dengan tiba-tiba, “Hai..” sapa Alex bersamaan dengan senyuman khasnya.

“Ha-hai juga…” balas Adam dengan gugup.

“Loe ngapain di kamar gue hmm?” tanya Alex yang duduk sambil memainkan dasi Adam.

‘’Eummm… gue lagi nganggur jadinya keliling hotel, eh kamar loe kebuka makanya gue masuk sini.”

“Nama loe siapa? Gue Alex.”

“Gue Adam.”
Alex terus tersenyum nakal sambil memainkan baju Adam. Sebutir keringat mengalir di kening Adam pada pagi yang dingin itu, “Kok loe keringatan sih? Apa mungkin jas dan kemeja coklat loe ini membuat panas? Mending dibuka!” kata Alex nyengir dan membuka jas Adam.

Adam cuma terdiam,  sedangkan Alex menatap nakal dan mengigit bibir bawahnya, “Loe ganteng juga… tapi ngapain jadi room boy? Loe bisa jadi model kali!” kata Alex.

“Gue lagi dihukum sama bokap makanya gue kerja di sini, bokap gue pemilik hotel ini.”

“Sumpeh loe? Ahahaha… becanda nih!”

“Seriusan, gue tuh disuruh berjuang dari enol supaya gue bisa ngehargain uang.”

“Waaw… menarik hehhe… pasti loe anak manja yang suka haburin uang akhirnya loe tau kan sekarang bagaimana susahnya nyari uang di kota besar ini!”

Adam cuma nyengir dan menatap Alex, mereka saling tatap, “Emmm… by the way, gue liat loe sering kesini, ngapain?” Tanya Adam.

Alex terdiam dan ada gelagat gugup, “Umm… kalau menurut loe privasi dan loe gak mau bilang gapapa kok.” Lanjut Adam.

“Gue gigolo…”

JEDEEERRRR!

Bagai disambar petir rasanya perasaan Adam saat itu, matanya berkaca-kaca dan menatap gak percaya, “Bagaimana bisa loe kerja kotor begini?!” Tanya Adam atau lebih tepatnya bentak Adam.

Alex menunduk dan memainkan selimut  yang menutupinya, “Gue perlu uang, dan semenjak gue kerja ini hidup gue jadi serba berkecukupan…” jawabnya lesu.

“Kan loe bisa kerja yang halal, gak perlu kayak gini!”

“Ngomong itu gampang! Tapi nyari kerja di kota besar ini gak segampang yang loe bilang, gue dari keluarga miskin dan banyak adik yang harus gue biayain, penghasilan bokap gue yang ngojek aja gak bakalan cukup ngehidupin keluarga gue!”

“Seperti yang loe bilang, wajah cakep kan bisa jadi model!”

“Gue emang lagi nyoba jadi model, tapi gak gampang! Banyak biaya yang musti keluar yang ujung-ujungnya gue jual badan gue supaya cepat dapat giliran pemotretan.”

“Miris banget gue dengarnya…”

Wajah muram Alex tiba-tiba sirna, diganti dengan senyuman nakal lagi dan mendorong Adam ke kasur, “Loe cakep banget, gue suka… kayanya loe juga gay kaya gue kan?” kata Alex sambil melucuti pakaian Adam.

“Gue bukan gay!” teriak Adam sambil menahan tangan Alex.

“Kalau begitu, loe bisex?”

“Gue juga bukan bisex, gue gak suka cowok.”

“Bohong! Gue tau cara loe natap gue, loe tertarik kan sama gue? Loe pengen cium dan nidurin gue kan?!”

Adam terdiam sejenak dan menatap sayu kepada Alex, “Gue bukan gay atau bisex, gue gak pernah suka cowok sebelumnya, tapi loe… punya wajah dan perawakan yang seperti cewek bahkan lebih imut dari cewek jadi gue gak bisa nahan rasa suka gue ke elo…”

“Ooooh…. Gue ngerti, emang banyak kok yang  bilang kalau gue cantik. Tapi ‘permainan’ gue gak bisa diremehkan gue lebih hebat dari cewek!”

Adam hanya diam namun Alex merayap ke atas tubuh Adam dan memberanikan diri mencium bibir Adam. Adam hanya diam, dia masih shock dan bingung sehingga bibir mereka hanya bersentuhan, namun gak lama kemudian Alex menggerakkan bibirnya dan melumat bibir Adam penuh nafsu. Adam yang awalnya diam kini mulai membalas lumatan Alex.

Setelah baju Adam sukses ditanggalkan kini Alex memulai melucuti celana Adam, sehingga mereka berdua bertelanjang bulat. Selimut yang Alex pakai tersingkap sehingga tubuh indah Alex benar-benar terpampang jelas, “Loe benar-benar menggoda, jangan menyesal kalau gue menyerang loe!” kata Adam sambil menyengir mesum.

Kini tubuh Alex berhasil Adam tindihi, mereka berciuman dengan ganas sedangkan tangan Adam menjelajahi seluruh tubuh mulus Alex.

“Tunggu!” kata Adam sambil nahan bibir Alex dengan jari telunjuknya.

“Kenapa hmm?” tanya Alex sambil menjilat dan menghisap jari Adam.

“Gue gak suka kalau langsung berciuman penuh nafsu. Ijinkan gue menjamah loe dengan lembut dan penuh cinta.”

Alex pun tersenyum lebar dan memejamkan matanya. Adam menciumi keningnya, pipinya, dagu dan hidungnya dengan lembut dan penuh cinta kemudian melumat bibir Alex dengan lembut. Ciuman Adam beralih ke leher mulus Alex, bibir Adam menyentuh tiap centi leher Alex dan menjilatinya sehingga membuat Alex tertawa geli dan menggeliat nikmat.

Alex menarik dagu Adam dan kembali berciuman “Loe menggairahkan, belum apa-apa gue udah on!” kata Alex cengengesan dan meremas penis Adam sambil mengocok-ngocoknya.

“Loe juga manis, bikin gue gemes…” kata Adam sambil menjilat dada Alex. Kali pertama Adam merasakan kenikmatan mencumbu seorang cowok karena debaran di dadanya yang membuatnya begitu menikmati permainan ini, ditambah lagi Alex selalu merespon Adam.

“Ummmhhh… aaahh… geli, terus… aaaahh… I want more eummmhh…” desah Alex sambil meremas rambut Adam yang menciumi perutnya dengan serius. Sampailah tatapan Adam pada penis Alex yang sudah tegak, namun Adam menatap ragu, kali pertama buatnya kalau harus menservice kelamin seorang cowok.

“Kenapa diam?”

“Gue… gak pernah sebelumnya.”

Alex tertawa geli, dia bangkit dan mendorong Adam sehingga Adam kini ditindihinya, “Gue ajarin kalau loe belum bisa,” Alex menciumi wajah Adam yang ganteng dengan lembut tanpa melewatkan sedikit pun wajah Adam, kemudian turun dan terus turun hingga mencapai penis Adam yang masih setengah lemas. Alex tersenyum kecil, kemudian tangannya dengan cekatan mengocok penis Adam dengan cepat dan mulutnya menghisap testis Adam penuh nafsu.

“Aaaakhhh… emmhhh enak banget aaahh… loe kayanya ahli banget,” desah Adam sambil meremas kepala Alex.

“Emmmhh… uuummmhh… iya dong, gue kan professional hehehe…” kata Alex cengengesan dan kembali menservice penis Adam.

Setelah sepuluh menit lamanya Alex mengocok, menjilat dan menghisap penis Adam, akhirnya penis Adam benar-benar tegang dan keras. Adam begitu suka dengan hisapan Alex, namun tiba-tiba Alex berhenti dan membaringkan tubuhnya di samping Adam.

Dia mengerti apa yang diinginkan Alex dan turun dan menatap penis Alex lekat-lekat, penis yang keras dengan sempurna, bersih dan kemerahan, begitu sempurna. Adam mencoba menjilat ujung penis Alex sedikit, ‘Ummm not bad,’ batinnya. Dia kembali menjilat ujung penis Alex hingga pangkalnya, tangannya meraba-raba paha Alex yang mulus dan indah, kemudian dia memberanikan diri memasukkan penis Alex kedalam mulutnya seutuhnya sedangkan tangannya meremas testis Alex.

“Aaaakkhh… uuuuhh… enak, terus Adam… uuuhh…” kata Alex dengan wajah yang memerah dan memejamkan matanya.

Nafsu yang menggebu-gebu membuat Adam mempercepat hisapannya, dia mulai pandai membuat Alex menggerang nikmat karena dia tau dimana titik kenikmatan yang Alex inginkan. Dia melepaskan hisapannya kemudian mengocok penis Alex dengan cepat, diremasnya testis Alex kemudian menghisap-hisapnya penuh nafsu.
CROOOTTT… CRROOOOTTT… CRROOOT…

“Aaaarrgghhhh…. Aaaaahhh! Ohhh… eeenghhh… Aaaahhh…!” Alex menggerang nikmat dan meremas sprey dengan gemas, tubuhnya diguyur keringat dan mengejang hebat.

“Ah… loe makin manis kalau berhasil ditaklukkan begini hehehe…”

Alex menatap Adam yang masih memposisikan tubuhnya di selangkangan Alex, kemudian dia merubah posisinya jadi menungging di hadapan Adam. Adam menelan air liurnya melihat pemandangan indah itu dan penisnya semakin berdenyut-denyut, “Enter me please.. uhh…” kata Alex sambil meraba bokongnya sendiri. Namun Adam hanya diam dan terpaku ‘Ekkh… benar-benar menggoda, tapi gue gak yakin buat memasukinnya,’ batin Adam.

“Uh… loe kenapa? Gak tertarik?” Tanya Alex dengan wajah cemberut, namun Adam memeluknya dengan hangat.

“Bukan begitu my angel… hanya saja gue gak pernah memasuki tubuh cowok sebelumnya.”

“Tapi sama cewek pernah kan?”

Adam mengangguk pelan, “Gak akan jauh beda, my handsome!” Alex mendorong Adam sehingga terbaring di kasur, penis Adam berdiri tegak, Alex menjilat bibir bawahnya kemudian merayap ke atas tubuh Adam. Dia melebarkan lubangnya di atas penis Adam kemudian menurunkan tubuhnya perlahan sehingga penis Adam berhasil memasukinya, “Emmmhhh…. A-aaaaaakhhhh sa-sakit! Uuuhhh… punya loe besar dan sangat panjang enghhhhhh…” desah Alex sambil memejamkan matanya menahan rasa sakit.

“Loe gak papa? Emmhh… ssshhhs… kalau gak tahan, jangan memaksakan diri!”

“Justru ini akan semakin nikmat uuuukkhhh…. Aaaaahhhh… aaaarrggghhh….  Ooooohhh...” Alex menggerang hebat saat mencoba menggerakkan tubuhnya naik turun di penis Adam, sedangkan Adam memejamkan matanya dengan nikmat.

Semakin lama gerakan Alex semakin cepat dan nikmat, mereka berdua mendesah dan menggerang sejadi-jadinya. Adam bangun perlahan sambil menahan pinggul Alex sehingga posisi mereka terbalik, Adam mengenjot lubang Alex penuh nafsu dan cepat, “Aaaah… Aaah… Aaahh… nikmat aaaaakkhhh… Adam! Teruss aaaakkhhh… eeeessshhhh… Oh god… aaaakhhh!” Alex menggerang dengan keras karena sodokan Adam yang begitu cepat dan bringas, ‘Pasti dia ini maniak sex yang banyak pengalamannya’ batin Alex.

Adam mendekatkan wajahnya pada wajah Alex dan mereka berciuman dengan mesra dan penuh nafsu, di sisi lain Adam terus menyodok lubang Alex dengan cepat, “Aaaakhh.. gue mau keluar emmmhhh…”

“Jangan keluar di dalam gue!” teriak Alex dan menarik tubuhnya, wajahnya lesu dan kelelahan, “Kita gak pakai pengaman,” lanjutnya, kemudian tangannya meremas dan mengocok penis Adam dengan hebat.

“Aaaakkhh… loe hebat, uuhhh… aaakkhhh gue mau…”

CROOOTT…. CROOOTT… CROOTT…

Sperma Adam menembak sangat banyak dan jauh, “Emmmhhh lama gak keluar makanya gini hehe,” kata Adam tersenyum puas.

“Ummm kental, I like it…” kata Alex sambil menjilati jarinya yang berlumuran sperma.

“Aaah… loe jadi semakin imut, gue bener-bener suka loe…” kata Adam sambil memeluk erat tubuh mungil Alex.

Alex menyendarkan kepalanya di dada Adam dan tersenyum lembut, “Gue juga suka loe kok… loe hebat dan sexy.”

“Loe mau gak jadi boyfriend gue? Gue bener-bener suka loe dan sayang loe, gue pengen jaga loe, gue gak mau loe kerja begini dan melayani para om-om!” kata Adam penuh tekanan.

Alex melepaskan pelukan Adam, “Sorry, ini profesi gue!” kata Alex sedikit membentak.

Adam menarik dagu Alex dan mengecup bibirnya dengan lembut, “Hiduplah bersama gue, gue akan memenuhi kehidupan loe dan membantu keluarga loe. Gak perlu memikirkan perkerjaan kotor loe lagi.”

Senyuman Alex merekah, “Gue bersedia,” dan mereka pun berpelukan dengan mesra.

Cinta itu, datangnya tiba-tiba…
Cinta itu, gak bisa ditebak…
Cinta itu, selalu mengejutkan…
Cinta itu, bersahabat dengan nafsu…

Yanz…

LIKE AND KOMENT PLEASE?  

2 komentar:

  1. Kumpulan Foto Bohay Dan Hot
    =====================================
    Tante Bohay - ABG Bugil - Amoy Bispak
    =====================================
    Silahkan Mampir Gan..Tak Perlu Sungkan..

    PESTA SEKS SUNGAI ALA TANTE

    SPG SANGE JUMPALITAN

    MEMEK MULUS TEMBEM ABG SMP

    SISKA NUNGGING MUNCRAT DI DALAM

    BalasHapus
  2. Mantap,haha jadi inget anime yaoi

    BalasHapus